MUSIRAWAS -Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Musi Rawas menerjunkan tim untuk mengambil sample air di Tiga Sungai yang berada di lokasi operasi pabrik kelapa sawit PT. Sumatera Andalan Palma (SPA) 2, di Desa Tambangan, Kecamatan BTS Ulu Kabupaten Musi Rawas, Kamis, (8/10/2026).
Sebanyak tiga orang dari DLH Musi Rawas disaksikan masyarakat yang melapor dugaan pencemaran sungai ( Rahmad), pihak perusahaan ,dan perangkat Desa Tambangan langsung mengambil sampel air di tiga titik.
Titik pertama, tim mengambil sample air di Sungai Beso di Desa Pelawe, titik kedua sample air di Sungai Kuruk serta air Sungai Tigo Bane.
Kabid PPKLH Dinas Lingkungan Hidup Musi Rawas Candra Gunawan saat dikonfirmasi di lokasi pengambilan sample mengatakan Tiga sampel air ini akan diuji lebih lanjut untuk mengetahui tingkat kadar kualitas air. Pengujian dilakukan di laboratorium lingkungan hidup Kabupaten Musi Rawas.

Hasil uji laboratorium ini katanya , untuk mengetahui kandungan dalam air tersebut, apakah masih memenuhi baku mutu atau sudah melebihi baku mutu yang dipersyaratkan dalam PP 22 tahun 2021.
“Hasilnya akan keluar minimal 14 hari,” katanya.
Selain mengambil sample air, tim juga mengecek informasi disampaikan pelapor diduga ada pipa tersembunyi untuk mengaliri limbah menuju sungai.Namun hampir satu jam melakukan pencairan bersama pelapor, pipa tersebut tidak ditemukan.
“Tidak ada ditemukan,” kata Candra.
Manager pabrik PT SPA 2 Budi Puntomo didampingi Humas Leo di lokasi pengambilan sample mengatakan, pihaknya tidak berani main main terhadap penanganan masalah limbah dipabrik PT SPA 2 ini. Artinya kata dia, pihak perusahaan akan selalu komitmen untuk menaati sesuai aturan yang ada.
“Kami tidak berani main-main terhadap masalah limbah ini,” kata dia.
Dia mengatakan pemanfaatan limbah pabrik PT SPA 2 ini menggunakan sistem Land Aplication (LA), dan telah memberikan manfaat nyata bagi kebun sawit warga disekitar lokasi pabrik.
Sistem LA ini kata dia, limbah cair dari pabrik ini diolah terlebih dahulu sebelum dialirkan melalui pipa dari kolam terakhir pengolahan menuju blok blok tanaman kelapa sawit warga sekitar pabrik sebagai pupuk organik.
Limbah ini sebelumnya diolah melalui sistem kolam di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) guna menurunkan kadar Biological Oxygen Demand (BOD) hingga sesuai ambang batas .
” Lihat saja pak, kebun sawit warga yang dialiri limbah cair yang telah diolah menggunakan sistem LA ini, lebih hijau dan subur,” katanya
Diketahui pengambilan sample air di Tiga titik oleh tim DLH ini buntut dari laporan warga terkait dugaan pencemaran sungai dari limbah pabrik PT SPA 2 ke Dinas Lingkungan Hidup Musi Rawas seperti diberitakan beritakito.com sebelumnya link berita https://beritakito.com/diduga-limbah-pabrik-kelapa-sawit-pt-spa-2-tambangan-cemari-sungai-tanggung-jawab-siapa/. Sehari sebelumnya, tim sudah turun kelapangan guna memverifikasi kebenaran laporan warga atas nama Rahmat warga Desa Pelawe tersebut. Dan hari ini, tim kembali turun guna mengambil sample air untuk diuji di laboratorium.
Pantauan wartawan di lapangan, manager pabrik PT SPA 2 Budi Puntomo sempat meminum secara langsung air sungai yang dijadikan sample untuk diuji di laboratorium tersebut. Aksi dilakukan sang manager di lokasi pengambilan sampel ini langsung menjadi pusat perhatian rombongan yang mengikuti tim mengambil sample air tersebut.
Usai melakukan pengambilan sample air ke dalam botol dan disegel tersebut,tim DLH langsung bergerak menuju laboratorium DLH Musi Rawas.(Firmansyah)






