Diduga Limbah Pabrik Kelapa Sawit PT SPA 2 Tambangan Cemari Sungai, Tanggung Jawab Siapa?

- Jurnalis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MUSIRAWAS – Dugaan pencemaran sungai akibat limbah pabrik kelapa sawit seringkali terjadi, dan dikeluhkan oleh masyarakat sekitar operasi.

Tak terkecuali PT Sumatera Palma Andalan (SPA) yang berlokasi di Desa Tambangan Kecamatan BTS Ulu Kabupaten Musi Rawas.

Salah satunya penyebab terjadinya pencemaran sungai tersebut diduga diakibatkan  volume produksi limbah cair yang sangat tinggi disertai dengan  pengelolaan yang buruk atau tidak sesuai standar lingkungan.

Penanganan masalah limbah ini diperlukan keseriusan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai pihak yang bertanggung jawab sebelum perusahaan tersebut beroperasi.
Sebab,  sebelum perusahaan tersebut layak beroperasi ,DLH lah yang menilai dan mengevaluasi dokumen lingkungan.

DLH terlebih dahulu menguji kelayakan dokumen AMDAL, UKL-UPL, atau SPPL yang diajukan oleh calon pelaku usaha.

Kemudian , DLH  juga melakukan validasi rencana pengelolaan limbah untuk  memastikan bahwa di dalam dokumen tersebut, perusahaan sudah merancang sistem pengelolaan limbah yang tepat, seperti kapasitas Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3 dan desain Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Setelah itu DLH menerbitkan rekomendasi atau persetujuan lingkungan.

Hasil evaluasi DLH  inilah menjadi dasar diterbitkannya Persetujuan Lingkungan, yang merupakan syarat mutlak agar izin usaha/operasional komersial perusahaan bisa terbit di sistem OSS.

Lalu bagaimana dugaan pencemaran Sungai Kuruk yang berada di Desa Pelawe Kecamatan BTS Ulu yang diduga tercemar
Akibat aktivitas Pabrik kelapa sawit PT SPA 2.

Baca Juga :  Dalam Sehari, DPRD Musi Rawas Agendakan Empat Kali Rapat Paripurna

Sayangnya, berdasarkan pengamatan wartawan dan pengakuan warga,  DLH Musi Rawas dinilai tidak serius dan hanya formalitas menangani laporan warga terkait dugaan pencemaran sungai ini.

Indikasi DLH tidak serius menangani dugaan pencemaran sungai akibat limbah kelapa sawit ini terlihat saat tim DLH turun ke lokasi mengecek laporan warga atas nama Rahmad warga Desa Pelawe.

Meskipun sudah turun ke lokasi, namun tim DLH diduga tidak melakukan kroscek sebagaimana dilaporkan warga tersebut, bahkan diduga ada keberpihakan dengan perusahaan.

Menurut keterangan warga, sebelum tim DLH turun ke lokasi, diduga sumber limbah yang mencemari sungai sudah dilakukan bersih bersih oleh perusahaan.Selain itu, saat kroscek ke lapangan tim DLH terkesan tertutup dan terkesan enggan bersama sama wartawan untuk mengetahui sebenarnya apa yang terjadi yang menyebabkan gelombang protes warga  tidak pernah reda sejak pabrik PT SPA tersebut didirikan hingga beroperasi.

Menurut warga, pencemaran sungai tersebut diduga akibat penampungan limbah di perusahaan tersebut tidak sesuai standar atau bisa juga karena terjadi kebocoran, sehingga mencemari lingkungan.

Warga juga mengatakan sistem land  aplication (LA) yang dikatakan pihak DLH y digunakan PT SPA sebagai kelanjutan dari IPAL untuk pengelolaan limbah di perusahaan tersebut belum berjalan sebagaimana mestinya.
“Tidak ada sistem itu, pipa penyaluran limbahnya saja hanya mentok  di kebun warga,” kata warga setempat, Selasa (6/10/2026).

Baca Juga :  Ketua DPRD FCO Emosi dan Menangis Saat Temui Pendemo Peduli Sopiah

Terkait kroscek laporan warga saja kata pria yang meminta namanya jangan ditulis di media ini,  tim DLH belum sampai ke lokasi.Hal ini diduga disengaja  untuk mengkondisikan agar perusahaan terlebih dahulu membersihkan tempat penampungan limbah tersebut supaya terlihat bersih.

Sementara itu pelapor Rahmad kepada wartawan mengatakan, kroscek dilakukan DLH ini tidak maksimal dilakukan.Ada tempat tempat yang semestinya dilakukan kroscek tapi tidak dilakukan karena pihak perusahaan keberatan untuk dilakukan kroscek.

Tim DLH diketuai Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Rawas Candra Gunawan dikonfirmasi wartawan usai melakukan kroscek kelapangan membantah jika dugaan pencemaran Sungai Kuruk tersebut akibat air limbah sawit.

” Air yang mengalir ke Sungai Kuruk itu berasal dari air drainase pabrik, bukan air limbah sawit,” jelasnya.

Dia juga membantah jika keterlambatan turun ke lokasi tersebut karena pengondisian agar air limbah tersebut jernih dahulu.

” Tidak ada pengaturan seperti yg dituduhkan,” katanya.

Masih menurut Candra, bahwa pengelolaan air limbah perusahaan SPA 2 dengan cara pemanfaatan air limbah (Land Aplication) sudah berjalan hingga saat ini.

“Tadi kami sudah mengecek langsung kondisi sungai dan juga lokasi keluarnya air dari pabrik, bersama pak Rahmat (pelapor),” ujarnya sembari mengirim foto saat sedang berada di lokasi.(Firmansyah)

Berita Terkait

Kaban dan Sekretaris Bappeda Mura Didesak Mundur, Ikhsan: Saya Bersukur Jika Dicopot
Informasi Pelaksanaan Program Revitalisasi Diduga Asal Asalan, Ini Sikap Komisi 4 DPRD Mura
Pelaksanaan Program Revitalisasi SDN Tran Ciptodadi Rantau Alih Diduga Asal Asalan
Pimpin SMSI Lubuklinggau , Ali Muap Siapkan Langkah Strategi Penguatan Organisasi
Momentum Upacara Hari Pramuka ke-65, Dorong Generasi Muda Berkarakter dan Unggul
Terduga Pelaku Pembunuhan Kakak Kandung di Muara Lakitan Berhasil Ditangkap
Berkat Kesigapan Petugas Satpol-PP Damkar Mura, Gedung Rumah Sakit Dhuafa Muara Beliti Selamat dari Amukan Api
Antisipasi Asap Karhutlah, Disdik Musi Rawas Keluarkan Edaran Ke Sekolah Tentang Pengaturan Aktivitas Pembelajaran
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:53 WIB

Diduga Limbah Pabrik Kelapa Sawit PT SPA 2 Tambangan Cemari Sungai, Tanggung Jawab Siapa?

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Kaban dan Sekretaris Bappeda Mura Didesak Mundur, Ikhsan: Saya Bersukur Jika Dicopot

Sabtu, 26 September 2026 - 07:30 WIB

Informasi Pelaksanaan Program Revitalisasi Diduga Asal Asalan, Ini Sikap Komisi 4 DPRD Mura

Rabu, 23 September 2026 - 16:03 WIB

Pimpin SMSI Lubuklinggau , Ali Muap Siapkan Langkah Strategi Penguatan Organisasi

Rabu, 23 September 2026 - 11:14 WIB

Momentum Upacara Hari Pramuka ke-65, Dorong Generasi Muda Berkarakter dan Unggul

Berita Terbaru