MUSIRAWAS – Pemerintah Kabupaten Musi Rawas respons cepat terhadap pemberitaan beredar mengenai kerusakan jembatan gantung di Dusun 3 Taba Gindo Baru, Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas.
βSekretaris Daerah Kabupaten Musi Rawas, H. Ali Sadikin, saat ditemui sejumlah awak media, Selasa (13)10/2026) menjelaskan, Pemkab Musi Rawas selalu terbuka terhadap segala bentuk informasi dan masukan dari masyarakat, termasuk laporan terkait kondisi jembatan gantung di Dusun 3 Desa Taba Gindo Baru, Kecamatan Selangit.
β”Kami baru-baru ini mendapati pemberitaan mengenai Jembatan Gantung Dusun 3 Taba Gindo Baru yang disebut mengalami kerusakan parah. Pemkab Mura telah meminta dinas terkait dan Tim UPT Wilayah 2 Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPU-BM) untuk langsung turun ke lapangan guna meninjau kondisi sebenarnya,” kata Ali Sadikin.
βDari hasil peninjauan langsung tersebut, diketahui kondisi fisik jembatan secara umum masih layak untuk diakses oleh masyarakat.
Dia menyoroti perbedaan antara cover foto pemberitaan dan fakta di lapangan, terutama terkait material lantai jembatan. Dalam pemberitaan yang beredar, foto yang ditampilkan memperlihatkan lantai jembatan masih menggunakan material kayu yang tampak memprihatinkan. Padahal faktanya material lantai jembatan tersebut telah menggunakan plat besi.
β”Berdasarkan laporan detail dari tim yang turun ke lapangan, dapat disimpulkan bahwa foto dalam pemberitaan yang menggambarkan kondisi Jembatan Taba Gindo Baru tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” jelasnya.
βSenada dikatakan Kepala DPU-BM Musi Rawas, Alawiyah, melalui Tim UPT Wilayah 2 DPU-BM, Nopian Irawan.
Dikatakan Nopian, pihaknya telah mendatangi lokasi pada Selasa, 13 Oktober 2026, guna merespons berita yang meminta Pemkab Musi Rawas segera turun tangan sebelum jatuh korban.
β”Benar, kami dari UPT Wilayah 2 telah melakukan survei langsung ke lapangan. Berita tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan, khususnya pada foto berita yang menampilkan lantai papan kayu yang sudah banyak lepas. Padahal, jembatan tersebut sudah berlantai plat besi,” jelas Nopian.
βPihak tidak menampik bahwa memang ada sebagian kecil jembatan yang memang mengalami kerusakan, namun kondisinya jauh dari kesan parah seperti yang diberitakan.
β”Kami juga sudah berkoordinasi dengan kepala desa setempat. Aspirasi masyarakat memang mengharapkan agar jembatan tersebut dapat ditingkatkan (upgrade) menjadi jembatan multi-fungsi, sehingga nantinya juga bisa dilalui kendaraan roda empat. Keinginan ini tentu akan segera kami sampaikan kepada pimpinan,” katanya.
βSementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Musi Rawas, Febrian Saputra, menyayangkan beredarnya foto dalam pemberitaan yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
β”Foto yang digunakan dalam pemberitaan tersebut tampaknya merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI). Pemanfaatan teknologi seperti AI tentu sah-sah saja, namun hendaknya tidak digunakan secara berlebihan hingga menyajikan informasi yang keliru. Kami juga mengimbau masyarakat agar senantiasa memvalidasi kebenaran informasi yang beredar dan tidak mudah tergiring oleh opini yang kurang tepat,” katanya.(Firmansyah)
β






