MUSIRAWAS -Penyebab pemadaman listrik PLN lebih dari Delapan Jam di Desa Leban Jaya dan sekitarnya, Sabtu (10/10/2026), akibat arus pendek (konsleting).
Konsleting tersebut disebabkan oleh binatang monyet menyentuh dua konduktor (kabel fasa) di salah satu tiang listrik.
Akibatnya, penormalan kembali listrik PLN memakan waktu lama, karena tim harus mencari dahulu sumber penyebab dan titik yang menjadi penyebab padamnya listrik.
Hal itu dikatakan manager ULP PLN Muara Beliti Isay Bene Petris kepada wartawan beritakito.com.
” Itu penyebabnya kak,” kata Isay sembari mengirim foto binatang monyet di atas salah satu tiang listrik.
Dikatakan Isay, jika tidak diperhatikan,pasti penyebabnya gangguan listrik ini tidak ketahuan.
“Pemadaman yang di Leban Jaya itu karena gangguan monyet itu kk,,tim bolak balik dak kelihatan tadi di monyet itu,” katanya.

Isay juga mengatakan pemadaman yang diberitahukan dengan jadwal pemadaman dari pukul 09.00 Wib sampai 13.30. wib dengan rute pemadaman sebagian wilayah Kecamatan Tuah Negeri berbeda dengan kasus pemadaman di Desa Leban Jaya ini.
“Beda kak,,yang dijadwalkan itu pemadaman terencana kak,” katanya.
Diketahui, konsleting akibat binatang seperti monyet ini terjadi binatang tersebut melompat dari pohon ke kabel atau tiang listrik, tubuhnya bisa secara tidak sengaja menyentuh dua konduktor (kabel fasa) atau menyentuh kabel dan tanah secara bersamaan. Hal ini menyebabkan arus pendek.
Korsleting akibat sentuhan tubuh binatang ini membuat Fuse Cut Out (FCO) atau sekring pengaman di jaringan listrik langsung terputus atau trip untuk mencegah kerusakan yang lebih besar, sehingga listrik di sekitar wilayah tersebut langsung padam.
Karena tim harus mencari dahulu sumber penyebab, dan kemudian baru dilakukan perbaikan, menyebabkan pemadaman listrik berlangsung lama.
Sebelumnya, pemadaman listrik lebih dari Delapan jam di Desa Leban Jaya ini dikeluhkan masyarakat, dan menganggap akibat ketidakprofesionalan petugas PLN dalam menangani persoalan listrik.
Selain itu, sejumlah masyarakat juga mengaku dirugikan secara materi dan non materi akibat pemadaman yang terlalu lama dan diluar batas pemadaman tersebut.(Firmansyah)






