Kejari Musi Rawas Eksekusi Uang Rampasan Rp 61,8 Miliar Perkara Korupsi Penerbitan SPH Izin Perkebunan

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MUSIRAWAS – Kejaksaan Negeri ( Kejari) Musi Rawas mengeksekusi uang sebesar Rp 61.803.987.500, dalam perkara tindak pidana korupsi penerbitan SPH untuk izin perkebunan di Kabupaten Musi Rawas, Kamis (20/8/2026).

Kepala Kejaksaan Negeri Musi Rawas Dr. Ema Siti Huzaemah Ahmad, S.H., M.H mengatakan, eksekusi ini dilaksanakan berdasarkan surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Musi Rawas tentang pelaksanaan putusan pengadilan nomor : PRIN-948/L.6.25/Fu.1/06/2026 . Dimana pada 10 Juni 2026 telah menerima uang rampasan sebesar Rp 61.803.987.500 atas tindak pidana korupsi penerbitan Surat Penguasaan HAK (SPH) untuk Ijin Perkebunan dan kegiatan usaha perkebunan di Wilayah Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan.

Kemudian katanya, eksekusi ini berdasarkan putusan pengadilan tindak pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palembang Nomor : 32/Pid.Sus-TPK/2025/PN Plg tanggal 23 Oktober 2025 jo, serta putusan banding Pengadilan Tinggi Palembang Nomor: 29/PID.SUS-TPK/2025/PT PLG tanggal 27 November 2025 jo, dan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 3049 K/Pid.Sus/2026 tanggal 11 Maret 2026 yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dengan amar putusan yakni
uang sejumlah Rp 27.327.662.000, dan uang sejumlah Rp 34.023.055.500 dirampas untuk negara.

Baca Juga :  Diduga Takut Berikan Sanksi Terhadap Oknum PPK "Titipan" ?, KPU Mura Abaikan Rekomendasi Bawaslu

Uang tersebut jelas Dia, diperhitungkan sebagai pembayaran uang pengganti sehubungan perkara a quo, yang untuk kemudian disetorkan oleh Jaksa Penuntut Umum ke rekening kas negara sebagai bentuk pengembalian kerugian keuangan negara.

Kemudian kata dia, uang sejumlah Rp 66.000.000, serta uang sejumlah Rp 387.270.000, juga turut dirampas untuk negara.

Atas putusan yang telah berkekuatan hukum tetap tersebut jelasnya, Kejaksaan Negeri Musi Rawas melalui Jaksa eksekutor mempunyai kewenangan dan tanggung jawab untuk melaksanakan putusan pengadilan secara nyata, tepat, dan sesuai dengan amar putusan (vide Pasal 342 ayat (1) KUHAP).

Ditambahkan Kajari, pelaksanaan eksekusi ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses penegakan hukum. Sebab keberhasilan penanganan perkara tindak pidana korupsi, tidak hanya diukur dari berhasilnya pembuktian dan
pemidanaan pelaku, tetapi juga dari terlaksananya putusan pengadilan serta
dikembalikannya aset atau hasil tindak pidana kepada negara.

Baca Juga :  Kejari Musi Rawas Hentikan Penuntutan Dua Terdakwa Kasus Penganiayaan

Ditegaskannya bahwa pelaksanaan eksekusi terhadap uang rampasan tersebut, merupakan bentuk konkret komitmen Kejaksaan
dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi yang tidak hanya berorientasi pada pemidanaan pelaku, tetapi juga pada pemulihan kerugian dan keuangan negara.

“Setiap aset atau hasil tindak pidana korupsi yang berdasarkan putusan pengadilan dinyatakan dirampas untuk negara akan ditindaklanjuti secara optimal sesuai dengan ketentuan
hukum yang berlaku,” tegasnya.

Dikatakannya bahwa Kejaksaan Negeri Musi Rawas akan terus berkomitmen melaksanakan penegakan
hukum secara profesional, berintegritas, transparan, dan akuntabel, serta
mengoptimalkan pelaksanaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, khususnya dalam rangka pemulihan aset dan keuangan negara.

“Kejaksaan tidak berhenti
pada penghukuman pelaku, tetapi memastikan bahwa hasil akhir penegakan hukum dapat memberikan kontribusi nyata bagi pemulihan keuangan negara dan kepentingan masyarakat,” katanya .(Firmansyah)

Berita Terkait

Kaban dan Sekretaris Bappeda Mura Didesak Mundur, Ikhsan: Saya Bersukur Jika Dicopot
Informasi Pelaksanaan Program Revitalisasi Diduga Asal Asalan, Ini Sikap Komisi 4 DPRD Mura
Pelaksanaan Program Revitalisasi SDN Tran Ciptodadi Rantau Alih Diduga Asal Asalan
Pimpin SMSI Lubuklinggau , Ali Muap Siapkan Langkah Strategi Penguatan Organisasi
Momentum Upacara Hari Pramuka ke-65, Dorong Generasi Muda Berkarakter dan Unggul
Terduga Pelaku Pembunuhan Kakak Kandung di Muara Lakitan Berhasil Ditangkap
Berkat Kesigapan Petugas Satpol-PP Damkar Mura, Gedung Rumah Sakit Dhuafa Muara Beliti Selamat dari Amukan Api
Antisipasi Asap Karhutlah, Disdik Musi Rawas Keluarkan Edaran Ke Sekolah Tentang Pengaturan Aktivitas Pembelajaran
Berita ini 174 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Kaban dan Sekretaris Bappeda Mura Didesak Mundur, Ikhsan: Saya Bersukur Jika Dicopot

Sabtu, 26 September 2026 - 07:30 WIB

Informasi Pelaksanaan Program Revitalisasi Diduga Asal Asalan, Ini Sikap Komisi 4 DPRD Mura

Jumat, 25 September 2026 - 22:57 WIB

Pelaksanaan Program Revitalisasi SDN Tran Ciptodadi Rantau Alih Diduga Asal Asalan

Rabu, 23 September 2026 - 11:14 WIB

Momentum Upacara Hari Pramuka ke-65, Dorong Generasi Muda Berkarakter dan Unggul

Minggu, 13 September 2026 - 19:51 WIB

Terduga Pelaku Pembunuhan Kakak Kandung di Muara Lakitan Berhasil Ditangkap

Berita Terbaru