MUSIRAWAS – Kondisi jembatan darurat terkait adanya pembangunan jembatan temelat di Kecamatan Sukakarya Kabupaten Musi Rawas sangat memprihatikan, serta menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan.
Pasalnya pihak rekanan proyek pembangunan jembatan temelat tersebut dinilai tidak menyiapkan jembatan darurat yang maksimal dengan kapasitas 45 ton.
Hal ini diungkapkan anggota DPRD Musi Rawas Zulkipli Lubis.
Menyikapi kondisi itu, anggota DPRD Musi Rawas dari Partai PKS ini mendesak pihak rekanan agar menyediakan jembatan darurat berkapasitas 45 ton.
Selain itu, kata mantan kades Rantau Alih ini, pihak rekanan harus mencari jalur alternatif bagi kendaraan yang melintas dengan kapasitas lebih dari 8 ton, mengingat jembatan darurat yang dibangun pihak rekanan hanya berkapasitas 8 ton.
“Jalan itu jalan provinsi, jadi pihak pemborong harus membangun jembatan sementara yang mampu kapasitas 45 ton ke atas, serta menyiapkan jalan alternatif yang lain khusus untuk mobil bermuatan di atas 8 ton, mengingat jembatan yang di bangun sekarang itu cuma mampu 8 ton agar tidak menghambat kegiatan pengguna jalan terutama bagi anak – anak sekolah,” kata Zulkifli Lubis, Minggu (23/11/2025).
Sementara pihak rekanan Feri dikonfirmasi wartawan beritakito.com, mengatakan, dirinya baru kali ini mendengar ada jembatan darurat kapasitas 45 ton.
Dikatakan Dia, kalau bisa 45 ton tak perlu lagi dibangun jembatan permanen, dan cukup jembatan darurat saja.
“Baru kali ini saya denger jembatan darurat 45 ton pak. Kalau bisa 45 ton, dak perlu lagi Kito bangun jembatan permanen, cukup jembatan darurat be. Ngapoin capek capek buat jembatan permanen, daruratnya aja sudah mumpuni.,” katanya
Sementara desakan harus ada jalan alternatif, menurut Dia jangan disamakan dengan peristiwa jembatan ambruk yang harus ada jalan alternatif.
“Klw ada jalan alternatif, dari awal kita ngk mungkin buat jembatan sementara.
Kita buat jembatan sementara itu Krn ngk ada jalan lain,” katanya.
Dia menambahkan masalah kendaraan angkutan berat, untuk saat ini mengikuti peraturan yang ada.
*Untuk sementara kurangi dulu muatan.toh itu bukan selamanya.” kata Feri.
Terkait kondisi jembatan darurat saat ini kata Feri, itu karena masih ada perusahaan yang bandel, dan berdasarkan info dilapangan mereka akan bertanggung jawab membantu memperbaiki dengan material yang dibutuhkan.
” Kemarin sudah ada pertemuan dengan forkopinda terkait,” katanya.(BK)






