MUSIRAWAS β Kabupaten Musi Rawas mencatatkan pertumbuhan yang positif di sektor pertanian padi sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan, wilayah ini mengalami peningkatan cukup berarti, baik dari sisi luas lahan yang dipanen maupun jumlah produksi yang dihasilkan.
Peningkatan Luas Panen Sepanjang tahun 2025, luas panen padi di Kabupaten Musi Rawas mencapai 23.717 hektare. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 19,19 persen atau bertambah sebanyak 3.818 hektare dibandingkan dengan luas panen tahun 2024 yang tercatat sebesar 19.899 hektare.

Lonjakan Produksi Padi (GKG) sejalan dengan bertambahnya luas panen produksi padi di Kabupaten Musi Rawas juga mengalami kenaikan yang menggembirakan.
Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) di tahun 2025 terkumpul sebanyak 144.097 ton. Capaian tersebut mengalami kenaikan sebesar 28.021 ton GKG atau tumbuh 24,14 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang sebesar 116.076 ton GKG.
Untuk periode JanuariβMaret 2026, potensi produksi padi di Musi Rawas juga diproyeksikan meningkat sebesar 15,95 persen menjadi 26.600 ton GKG.
Produksi Beras untuk Konsumsi Kenaikan produksi gabah ini memberikan kontribusi langsung terhadap ketersediaan pangan di daerah tersebut. Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi penduduk, produksi beras di Kabupaten Musi Rawas pada tahun 2025 mencapai 82.749 ton.
Angka ini meningkat signifikan dari tahun 2024 yang memproduksi 66.657 ton beras, yang berarti terdapat tambahan produksi sebesar 16.091 ton beras (24,14 persen) Lebih lanjut, potensi produksi beras pada tiga bulan pertama tahun 2026 diperkirakan akan mencapai 15.275 ton.
Keberhasilan peningkatan produktivitas ini menempatkan Musi Rawas sebagai salah satu kabupaten di Sumatera Selatan yang memberikan andil dalam surplus produksi padi provinsi di tahun 2025.
Peningkatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Musi Rawas.(advertorial)






