Massa APSM Datangi Gedung Kejati, Desak Panggil Oknum DPRD Sumsel RN Serta Laporkan Sejumlah Kasus

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG – Puluhan massa yang tergabung pada Aliansi Pemuda Silampari Menggugat (APSM) mendatangi gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Rabu ,(13/5/2026).

Selain menyampaikan orasi terkait penanganan kasus yang ada di Musi Rawas, Kota Lubulinggau dan Musi Rawas Utara (MLM), mereka juga menyatakan keprihatinan atas mangkraknya berbagai kasus yang ada di daerah Musi Rawas Raya.

Koordinator Aksi, Mu’ap,S.H,.CPL dalam orasinya mendukung pengungkapan kasus dugaan korupsi KUR fiktif Bank Sumsel Babel Cabang Martapura yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 3,9 Miliar.

ASPM mendesak agar Kejati Sumsel secepatnya menetapkan pihak-pihak diduga terlibat ,selain Tiga tersangka yang telah ditetapkan oleh penyidik kejaksaan.

” Ada aroma tidak sedap dalam pengungkapan kasus ini ,karena berseliweran di platform digital seorang anggota DPRD provinsi dapil 8 (Musi Rawas, Lubuk Linggau,Musi Rawas Utara) menerima aliran dana tersebut,” katanya.
Keterlibatan oknum DPRD ini katanya telah membuat gaduh masyarakat dapil 8 karena telah menciderai hati nurani masyarakat. Masyarakat banyak yang bertanya inisial penerima aliran dana telah diketahui oleh publik tapi tidak di panggil.

” Tentu ini menciptakan preseden buruk bagi penegakan hukum di Sumsel, terkhusus di dapil 8 ini sangat disayangkan telah terjadi isu liar di tengah masyarakat, untuk itu menurut hemat saya RN ini segera di panggil pihak kejaksaan juga,” desaknya.

Ditempat yang sama Epranika Prandita,S.H menyoroti kinerja Kejaksaan Negeri di daerah yang banyak meninggalkan PR seperti Kasus Pengadaan Masker di Kabupaten Musi Rawas Tahun 2020 sudah dinyatakan ada kerugian negara sebesar Rp 500 juta oleh BPKP di Kejari Lubuklinggau, kemudian kasus seragam sekolah yang sudah masuk tahap penyidikan namun belum ditetapkan tersangka oleh Kejari Musi Rawas karena menunggu hasil audit BPKP Sumsel.
” Kajari di Dua daerah ini menurut kami tidak berjiwa kepemimpinan yang leadership, terlalu banyak kegiatan seremonial sehingga lupa akan fungsinya sebagai penegakan hukum pidana khususnya di bidang korupsi, paradigma seperti ini jika terus terjadi tentu tidak baik di mata masyarakat, sehingga substansi yang ingin dicapai oleh kejaksaan tidak akan tercapai,” jelas Epran.

Baca Juga :  Bawaslu Mura Keluarkan Rekomendasi Terkait Dugaan Asusila Oknum PPK Purwodadi

Kedepannya menurut Epran, harus ada estimasi atau target bagi kejaksaan di daerah ini untuk melakukan tindakan penyelamatan uang negara. Pada kasus-kasus yang mangkrak ada potensi pengeluaran baik biaya ataupun waktu ketika kasus berhenti di saat hasil audit BPKP sudah keluar maupun peningkatan penyelidikan ke penyidikan.

Kemudian Alam Budi Kusuma Salah satu pemuda dan Aktivis ternama di Musi Rawas Menyampaikan orasinya mendesak kepada Kejaksaan Tinggi Sumsel untuk memanggil oknum RN dari Partai Gerindra yang diisukan menerima aliran dana hasil korupsi.

Alam menegaskan banyak metode forensik yang bisa dilakukan untuk mengetahui keterlibatan oknum RN pusaran mega kasus Bank Sumsel Babel Cabang Martapura itu.
” Berdasarkan hasil pemberitaan media online maupun cetak baik lokal maupun nasional, indikasi keterlibatan oknum RN patut dicermati oleh pihak Kejaksaan Tinggi Sumsel agar pengungkapan kasus ini menjadi terang benderang,” katanya.

Baca Juga :  Kejari Musi Rawas Eksekusi Uang Rampasan Rp 61,8 Miliar Perkara Korupsi Penerbitan SPH Izin Perkebunan

Dalam aksi damai tersebut, para pendemo ditemui Jaksa dari Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumsel, Burnia dan terjadibtanya jawab antara pendemo dengan jaksa.

Kesimpulannya pihak kejaksaan tinggi akan segera meneruskan aspirasi APSM ini ke Kejaksaan Negeri Lubuk Linggau dan Kejaksaan Negeri Musi Rawas .

Sementara terkait tuntutan pemanggilan terhadap RN yang diduga terlibat dalam pusaran kasus Bank Sumsel Babel akan menjadi catatan oleh penyidik kejaksaan.

” Berhubung saya baru mendengar hari ini diduga adanya penerima aliran dana hasil korupsi tersebut , maka kami tentu akan berkoordinasi dan akan melakukan pemeriksaan jika terlibat maka akan kami proses tanpa tebang pilih,” kata Burniat.

Terpisah, seusai melakukan orasi di Halaman Gedung Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan, APSM bergerak ke arah gedung DPRD Provinsi Sumsel untuk melakukan pernyataan sikap dan melaporkan oknum RN ke Badan Kehormatan Dewan (BKD) dan di terima dibagian Kehumasan.
” Terima kasih karena sudah jauh-jauh datang ke Palembang, kami menjanjikan berkas ini akan diteruskan ke pimpinan dan akan diketahui bagaimana progres kedepannya,” ujar Rusdi Darwani. ( Tim )

Berita Terkait

Kejari Musi Rawas Eksekusi Uang Rampasan Rp 61,8 Miliar Perkara Korupsi Penerbitan SPH Izin Perkebunan
Yudi Pratama Minta Bukti Otentik Terkait Informasi Dugaan Kader PDIP Terlibat Pengelolaan Dapur MBG
Rambu Lalin Membingungkan, Dishub Mura Tidak Dapat Dikonfirmasi
Hindari Kecelakaan,Dishub Mura Didesak Pasang Rambu Lalin Tepat Sasaran
Anggaran Miliaran Rupiah, Tapi Koneksi Internet “Lemot” Hingga Mati Total di Pemkab Musi Rawas
Dua Orang Ditetapkan Tersangka Korupsi PSR, Kejari Mura Terus Lakukan Pengembangan Keterlibatan Pihak Lain
Bupati Sampaikan Apresiasi Kepada PWI Musi Rawas
Ditagih Janji Alokasikan Anggaran Rp 20 Miliar Perbaikan Jalan Trans Subur, Jawaban Bupati Mura : Diupayakan Bertahap
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Kejari Musi Rawas Eksekusi Uang Rampasan Rp 61,8 Miliar Perkara Korupsi Penerbitan SPH Izin Perkebunan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Yudi Pratama Minta Bukti Otentik Terkait Informasi Dugaan Kader PDIP Terlibat Pengelolaan Dapur MBG

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:31 WIB

Rambu Lalin Membingungkan, Dishub Mura Tidak Dapat Dikonfirmasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:51 WIB

Hindari Kecelakaan,Dishub Mura Didesak Pasang Rambu Lalin Tepat Sasaran

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Anggaran Miliaran Rupiah, Tapi Koneksi Internet “Lemot” Hingga Mati Total di Pemkab Musi Rawas

Berita Terbaru

error: Content is protected !!