Proyek Peningkatan Jalan di Musi Rawas Terkesan Jadi Ajang Korupsi

- Jurnalis

Minggu, 11 Januari 2026 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

MUSIRAWAS -Proyek Peningkatan jalan di Kabupaten Musi Rawas terkesan jadi ajang korupsi.

Pasalnya, pengerjaan proyek peningkatan jalan yang semestinya menjadi prioritas Bupati Musi Rawas yang mencita -citakan jalan mulus hingga ke pelosok desa, ternodai oleh pengerjaan yang asal asalan, dan tidak memprioritaskan kualitas.

Salah satunya proyek yang dikerjakan asal jadi dan terkesan jadi ajang korupsi tersebut, yakni proyek peningkatan Kapasitas Jalan Leban Jaya -Sadarkarya.

Proyek yang menggunakan dana APBD Kabupaten Musi Rawas tahun 2025 senilai Rp 3 miliar dikerjakan CV CMA tersebut, dikerjakan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya ( RAB).

Modus dugaan korupsi dilakukan kontraktor yang disinyalir bekerjasama dengan Dinas PU BM Musi Rawas tersebut, salah satunya dengan mengurangi volume pemasangan besi wiremesh pada coran jalan tersebut.
Menurut informasi masyarakat dan investigasi wartawan dilapangan,ada sejumlah titik lokasi yang tidak dipasang besi wiremesh pada proyek tersebut, dan ada juga yang pemasangannya berjarak antara dua hingga tiga meter alias tidak nyambung.

Selain tidak dipasang besi wiremesh, pemasangan plastik juga tidak merata, hanya dipasang disisi kiri dan kanan saja.

Selain itu, diduga sebelum dilakukan pengecoran, pihak kontraktor tidak menggunakan koral sebagaimana lazimnya untuk pengerasan jalan sebelum dilakukan coran.
Mereka hanya mengandalkan material berupa batu mangga lama bekas jalan yang sebelumnya sudah ada, serta bekas aspal yang telah dihancurkan menggunakan alat berat.

Baca Juga :  10 Persen Tagihan Listrik Disetorkan ke Pemkab untuk PAD, Usai Lebaran PJU Diperbaiki

Akibat pengerjaan yang asal jadi tersebut, membuat hasil pengerjaan proyek tersebut jauh dari harapan,dan dipastikan tidak akan bertahan lama, karena coran sudah banyak alami keretakan hingga patah sampai ke dasar tanah.

Teks foto:Untuk Menutupi keretakan rekanan lumuri coran pakai aspal dan ditaburi kerikil bercampur daun (foto firman)

Untuk menutupi keretakan pada coran tersebut, pihak pekerja melumuri coran menggunakan aspal yang ditaburi dengan pasir dan parahnya dicampur kerikil dan dedaunan. Sehingga keretakan dan coran yang patah sepintas tidak kentara.

Anehnya, meskipun informasi kecurangan rekanan yang mengerjakan proyek tersebut telah disampaikan kepada pihak Dinas PU BM Musi Rawas, namun tidak ada tanggapan apapun dan terkesan melindungi pihak rekanan. Hal ini patut diduga antara pihak rekanan dan Dinas PUBM Musi Rawas sudah ada main alias kongkalikong.

Pihak pekerja dikonfirmasi sebelumnya membenarkan adanya sejumlah titik yang tidak dipasang besi wiremesh. Menurut salah satu pekerja, tidak terpasangnya besi wiremesh tersebut karena terlalu banyaknya mobil molen yang masuk ke lokasi dan langsung melakukan pengecoran, sementara tukang belum memasang besi.

“Mau bagaimana lagi, tukang belum siap masang besi, sementara mobil molen ramai masuk pak,” kata Hapiz salah seorang mandor saat itu.

Ketika wartawan bertanya masyarakat meminta dibongkar ulang dan dipasang besi wiremesh, Hapiz mengatakan jika warga mau bongkar, bongkar sendiri.

Ketika persoalan ini disampaikan kepada Wakil Bupati Musi Rawas H Suprayitno agar melakukan peneguran dan meminta agar pihak Dinas PUBM Musi Rawas menindaklanjuti informasi tersebut, hingga proyek ini selesai tidak ada tanggapan sama sekali.

Baca Juga :  4 Tahun Tidak Diperbaiki, Kemanakah Anggaran Pemeliharaan Lampu Jalan

Buntutnya, warga yang mengetahui adanya dugaan kecurangan dan korupsi pada pengerjaan proyek tersebut meminta pihak terkait, agar saat pemeriksaan atau test core melibatkan masyarakat dan menentukan titik yang bakal dilakukan tes core.

Lagi lagi, pihak rekanan melakukan test core di titik yang telah ditentukan oleh kontraktor. Saat warga mengajak agar melakukan test core di titik yang tidak dipasang besi wiremesh,pihak kontraktor tidak bersedia.

“Test core hanya dilakukan di 6 titik yang telah ditentukan rekanan pak,”kata salah seorang yang melakukan test core.

Mendapati jawaban tersebut, warga langsung berteriak dan mengatakan kontraktor korupsi.

“Kontraktor korupsi besi, kontraktor korupsi besi,” ujar salah seorang warga.

Menyikapi kondisi ini, peran serta Aparat Penegak Hukum (APH) baik kepolisian dan kejaksaan negeri agar melakukan pemeriksaan dan menindaklanjuti informasi tersebut.

“Ini menyangkut uang negara,jika dibiarkan, dugaan korupsi seperti ini akan terus merajalela,” ujar FA warga Leban Jaya,Minggu (11/1/2026).

Sementa pihak Dinas PUBM Musi Rawas,hingga saat ini belum dapat dimintai klarifikasi terkait proyek tersebut.
PPTK proyek Iwan,berapa kali dihubungi melalui WhatsApp dan datang langsung ke Dinas PUBM Musi Rawas tidak ada tanggapan.(Firman)

Berita Terkait

Tim Elang Polres Musi Rawas Berhasil Amankan Pelaku dan 2 Kilogram Lebih Sabu dan Ekstasi
Diduga Oknum Anggota DPRD Sumsel Jadi Simpanan Tersangka Kasus Korupsi
Dikonfirmasi Kegiatan APBD 2025, Oknum Camat Sumberharta Bohongi Wartawan
Sosialisasi Pengelolaan Dana Desa, Fauzi Amro : Jangan Sampai Anggaran Kecil,Malah Menimbulkan Masalah
Gerak Cepat Polres Lubuklinggau Ungkap Dugaan Penipuan dan Penggelapan Berkedok Investasi Mendapat Apresiasi
Kapolda Sumsel Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Jaga Kamtibmas
Puluhan Kontraktor Diperiksa BPK Terkait Pengerjaan Proyek Tahun 2025 di Musi Rawas
Mantab, Bayar Pajak di Musi Rawas Bisa Melalui Qris dan Virtual Account
Berita ini 168 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:00 WIB

Tim Elang Polres Musi Rawas Berhasil Amankan Pelaku dan 2 Kilogram Lebih Sabu dan Ekstasi

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:14 WIB

Diduga Oknum Anggota DPRD Sumsel Jadi Simpanan Tersangka Kasus Korupsi

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:30 WIB

Dikonfirmasi Kegiatan APBD 2025, Oknum Camat Sumberharta Bohongi Wartawan

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:30 WIB

Sosialisasi Pengelolaan Dana Desa, Fauzi Amro : Jangan Sampai Anggaran Kecil,Malah Menimbulkan Masalah

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:00 WIB

Gerak Cepat Polres Lubuklinggau Ungkap Dugaan Penipuan dan Penggelapan Berkedok Investasi Mendapat Apresiasi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!