OPINI
Oleh Firmansyah/wartawan
Banyak informasi di media online hasil penelusuran wartawan dilapangan atas dugaan proyek yang dikerjakan terindikasi tidak sesuai RAB, manipulasi, dan asal.
Ada pula proyek yang pengerjaannya tidak selesai tepat waktu, atau selesai sesuai batas waktu yang telah ditentukan.
Anehnya, itu tidak membuat oknum Bupati dan Wakil Bupati serta Kepala Dinas pusing kepala, malah terkesan melindungi. Harusnya murka dan kecewa, minimal melakukan evaluasi terhadap informasi pengerjaan proyek terkesan amburadul dan sanksi bagi yang terlibat.
Dan lebih membuat penulis bingung, DPRD yang seharusnya pro aktif menjalankan salah satu fungsi pengawasannya, justru terkesan tutup mata dan tidak peduli dengan apa yang terjadi. Alih alih, mereka juga disinyalir dan diduga punya proyek berbungkus pokir yang dikerjakan sendiri oleh kroni kroninya, atau diduga dijual dengan pihak ketiga yang tentu juga pertanggung jawaban proyek tersebut berhubungan dengan kepala dinas yang punya proyek.
Di posisi ini, istilah dari dulu sampai sekarang, dak kado jeruk makan jeruk, karena mereka simbiosis mutualisme atau saling menguntungkan.
Lebih dari bingung dan hampir membuat penulis termenung hingga kini .
APH kok diam saja???
Aku tak mau berburuk sangka ada apa dengan APH??? , hingga saat ini tetap berprangsangka baik dan inshaallah selamanya positif thingking.
Meskipun terkadang dalam benak ku, apa mungkin mereka diam karena hibah tiga unit Rush baru yang keluar dari dealer…akhh rasanya tak mungkin??, terus lebih jauh naluri nakal ku hinggap pada sebuah informasi di salah satu media onlineΒ beberapa bulan lalu,yang entah informasi tersebut Hoax atau tidak, meskipun hanya tidak sampai 1×24 jam informasi tersebut not found 404 hehe.
Dalam informasi berita tersebut, diduga ada uang setengah milyar untuk pengamanan pengerjaan proyek 2025 untuk oknum APH….ah entahlah,….bro aku tambah pusing.
Bertambah bingung lagi pada pengungkapan kasus dugaan korupsi di Musi Rawas, kok adem? Salah satunya yang dihebohkan selama ini, oknum petinggi jaksa di Kejari Musi Rawas mengatakan pasti ada tersangka pada kasus dugaan korupsi pakaian dinas Disdik, nyatanya tahun pun berganti hingga kini tak ada satupun yang ditetapkan tersangka. Alasannya klasik, belum atau tidak keluarnya nilai kerugian negara oleh BPKP….entah entah dan entah..
Lalu Kami dan kita wartawan Musi Rawas, bagaimana menentukan sikap pada 2026 ini. Apakah tetap tersenyum meskipun bathin terkadang menangis?? atau tetap semangat menyuarakan kebenaran melalui informasi sesuai kaidah jurnalistik, dan lalu bersikap selemah lemahnya iman,Β diam sambil berdoa..
Allahuma bishowab






