Test Core Jalan Leban Jaya -Sadarkarya Diwarnai Teriakan Warga “Korupsi Besi”

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

MUSIRAWAS – Pelaksana dan pengawas dari Dinas PUBM Musi Rawas telah melakukan test core terhadap pembangunan peningkatan kapasitas jalan Leban Jaya -Sadarkarya, Jum’at (12/12/2025).

Anehnya, test core hanya dilakukan di Enam titik pada pembangunan jalan sepanjang 800 meter itu, dan titik yang di test core sudah ditentukan oleh pihak rekanan.

Buntutnya warga yang dari awal memprotes pengerjaan proyek yang diduga asal, dan sebagian tidak menggunakan besi sesuai RAB pengerjaan tersebut, meminta agar dilakukan juga test core dititik pengecoran yang tidak menggunakan besi.

Namun keinginan warga tersebut tidak dipenuhi, bahkan mereka terkesan terburu-buru dan langsung tancap gas.
Imbasnya warga meneriaki” kontraktor korupsi besi”

“Kontraktor korupsi besi, kontraktor korupsi besi,” teriak salah seorang warga.

Salah seorang tim test core kepada wartawan mengatakan, test core tersebut dilakukan hanya di enam titik.
Ketika ditanya kenapa tidak menuruti ajakan masyarakat agar dilakukan juga test core ditempat yang tidak terpasang besi, dia mengatakan bahwa enam titik yang di test core tersebut atas permintaan kontraktor dan telah ditentukan.

“Hanya enam titik saja,” katanya singkat.

Sebagaimana diketahui, Dinas PU BM Musi Rawas tidak respon terhadap informasi pengerjaan proyek peningkatan kapasitas jalan Leban Jaya -Sadarkarya yang dikerjakan asal jadi oleh pihak rekanan.

Imbasnya proyek menelan anggaran APBD Musi Rawas Tahun 2025 senilai Rp 3 miliar ini, belum digunakan tapi sudah banyak yang rusak, retak seribu dan patah.

Menurut warga Leban Jaya, kerusakan cor beton pada sejumlah titik jalan tersebut dikarenakan pihak rekanan mengerjakan proyek tersebut tidak sesuai RAB. Karena pengerjaan yang seharusnya menggunakan lapisan besi sebelum dilakukan pengecoran,namun oleh pihak pekerja tidak dilakukan sebagaimana mestinya alias ada sejumlah titik yang tidak terpasang besi.

Baca Juga :  Diduga Sekjend DPP APDESI Abaikan Imbauan Bawaslu Mura Terkait Netralitas Kades

Ironisnya, ketika informasi ini disampaikan kepada pihak Dinas PUBM Musi Rawas, jangankan ada upaya untuk melakukan pengecoran ulang, malah kesannya tidak peduli dengan informasi tersebut.

“Ini menyangkut uang negara miliaran rupiah, kok pihak Dinas PUBM Musi Rawas diam saja terkait informasi ini,” kata salah seorang warga, Fr, Senin (1/12/2025).

Buntut tidak diresponnya informasi masyarakat terkait pekerjaan proyek peningkatan kapasitas jalan Leban Jaya -Sadarkarya yang dikerjakan asal jadi tersebut, warga berinsiatif akan menggelar demo dan melaporkan kegiatan tersebut ke Aparat Penegak Hukum (APH).

“Jika proyek ini diterima oleh PU BM tanpa terlebih dahulu melakukan perbaikan, yakni mengecor ulang menggunakan besi sesuai RAB , Kami akan demo dan melaporkan kegiatan ini ke APH. Ada apa dinas PU BM membiarkan pekerjaan tidak sesuai RAB,jika bukan karena disinyalir ada kongkalikong antara PU BM dengan pihak pelaksana,” katanya.

Warga lainnya yang kesal terhadap pengerjaan proyek yang tidak memprioritaskan kualitas tersebut berharap kepada dinas PU BM Musi Rawas tidak menerima pekerjaan tersebut.

“Pemasangan besinya tidak rapat,ada yang berjarak hingga 10 meter di sejumlah titik ,” kata Dul Hamid warga setempat.

Jika nanti saat pemeriksaan kata Dul Hamid, dirinya bersedia menunjukkan dimana titik pengecoran yang tidak menggunakan besi tersebut.

“Intinya kami minta dilakukan pembongkaran dan dilakukan cor ulang sesuai mekanisme dan RAB, khususnya dipasang besi, karena RAB nya pakai besi.Kalau RABnya tidak pakai besi,kenapa ada titik yang dipasang besi dan ada yang tidak,” jelasnya sembari berharap Dinas PUBM tidak menerima proyek tersebut sebelum dilakukan pengecoran ulang.

Sementara itu sebelumnya, tidak terpasangnya besi diberapa titik coran tersebut diakui oleh pihak pekerja.

Baca Juga :  Fraksi NasDem DPRD Mura Soroti Pengelolaan Dana CSR Harus Transparan

“Waktu itu sedang ramai mobil molen masuk pak, jadi saat besinya belum terpasang,sudah dilakukan pengecoran. Mau gimana lagi,sudah terjadi.Kalau masyarakat mau bongkar, bongkar sendiri silahkan,” kata salah seorang pekerja,Apis yang mengaku bukan pengawas dari pihak rekanan.

“Saya bukan pengawas pak,Kalu pengawas namanya Ateng,” katanya.

Pantauan wartawan dilapangan, selain menurut warga tidak dipasang besi disejumlah coran, pengerjaan proyek tersebut tidak menggunakan plastik cor di bagian tengah jalan.Plastik hanya dipasang dibagian sisi kiri dan kanan jalan saja. Selain itu,untuk koral hanya mengandalkan batuan lama dan aspal jalan sebelumnya yang dilebur.

Hasil dari pengerjaan proyek tersebut sangat tidak maksimal,banyak keretakan dan coran patah hingga dasar tanah. Kondisi ini dipastikan kualitas proyek tersebut tidak akan bertahan lama.

Wakil Bupati Musi Rawas H Suprayitno ketika dimintai tanggapannya terkait pekerjaan proyek diduga asal ini mengatakan, dirinya sudah menghubungi Kepala Dinas PUBM.

“Sudah Saya hubungi langsung kepala dinasnya, katanya segera ditindaklanjuti permasalahan proyek di Leban Jaya,” kata H Suprayitno.

Sementara itu pada hari ini Jum’at (12/12/2025), pihak pelaksana dan pengawas dari Dinas PUBM Musi Rawas melakukan test core di titik yang telah ditentukan,tanpa terlebih dahulu melakukan pengecekan terkait informasi warga terhadap dugaan korupsi pada pengerjaan proyek tersebut.

Mengetahui kondisi ini, anggota komisi 4 DPRD Musi Rawas Aliudin akan segera turun kelapangan dan mencroscek informasi dari masyarakat tersebut.

“Nanti kami akan turun kelapangan langsung membawa alat test core dan mengajak dinas PU BM. Tolong nanti tunjukkan dimana titik yang tidak dipasang besi sesuai informasi masyarakat itu,” katanya, Jum’at (12/12/2025) (Tim)

Berita Terkait

Yudi Pratama Minta Bukti Otentik Terkait Informasi Dugaan Kader PDIP Terlibat Pengelolaan Dapur MBG
Rambu Lalin Membingungkan, Dishub Mura Tidak Dapat Dikonfirmasi
Hindari Kecelakaan,Dishub Mura Didesak Pasang Rambu Lalin Tepat Sasaran
Anggaran Miliaran Rupiah, Tapi Koneksi Internet “Lemot” Hingga Mati Total di Pemkab Musi Rawas
Dua Orang Ditetapkan Tersangka Korupsi PSR, Kejari Mura Terus Lakukan Pengembangan Keterlibatan Pihak Lain
Bupati Sampaikan Apresiasi Kepada PWI Musi Rawas
Ditagih Janji Alokasikan Anggaran Rp 20 Miliar Perbaikan Jalan Trans Subur, Jawaban Bupati Mura : Diupayakan Bertahap
Fraksi Golkar Ingatkan Janji Politik Bupati Mura, Alokasikan Anggaran 20 Miliar Perbaiki Jalan Tran Subur
Berita ini 166 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Yudi Pratama Minta Bukti Otentik Terkait Informasi Dugaan Kader PDIP Terlibat Pengelolaan Dapur MBG

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:31 WIB

Rambu Lalin Membingungkan, Dishub Mura Tidak Dapat Dikonfirmasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:51 WIB

Hindari Kecelakaan,Dishub Mura Didesak Pasang Rambu Lalin Tepat Sasaran

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Anggaran Miliaran Rupiah, Tapi Koneksi Internet “Lemot” Hingga Mati Total di Pemkab Musi Rawas

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:00 WIB

Dua Orang Ditetapkan Tersangka Korupsi PSR, Kejari Mura Terus Lakukan Pengembangan Keterlibatan Pihak Lain

Berita Terbaru

error: Content is protected !!