MUSIRAWAS -Pembangunan infrastruktur jalan merupakan kebutuhan vital yang harus segera dipenuhi oleh pemerintah.
Sebab, kondisi jalan yang memadai tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat di suatu daerah.
Kondisi jalan yang mulus, secara langsung dapat menekan biaya logistik, mempercepat waktu tempuh, dan mempermudah distribusi barang. Akses yang baik tidak hanya menghubungkan desa ke pusat ekonomi, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pertanian, perkebunan, dan investasi lokal.
Namun harapan masyarakat Musi Rawas untuk menikmati jalan mulus hingga ke pelosok desa, nampaknya hanya mimpi yang belum menjadi kenyataan.Terutama bagi masyarakat Desa Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas.
Sejumlah titik jalan kabupaten di desa ini mengalami kerusakan tergolong parah. Jika tidak segera di antipasi dan perbaikan, bukan tidak mustahil kerusakan bertambah parah dan mengaggu akses warga.
Dari pengamatan wartawan beritakito.com, jalan yang juga menjadi penghubung antara Desa Q1 Tambah Asri – Simpang Semambang Kecamatan Tuah Negeri ini, sejak tahun 2023 lalu selalu dilakukan perbaikan,baik menggunakan anggaran APBD Musi Rawas maupun Bantuan Gubernur Sumatera Selatan dengan dana miliaran rupiah.
Namun meskipun dilakukan perbaikan, kondisi jalan tidak mengalami perubahan signifikan, kelang Dua atau Tiga bulan setelah diperbaiki, kondisinya kembali seperti semula alias rusak.
Hal ini menyebabkan berbagai aktivitas menjadi terhambat dan memicu keresahan warga setempat.
Kondisi jalan yang alami kerusakan khususnya berada di Desa Leban Jaya itu diantaranya di Dusun Enam Suban Desa Leban Jaya. Semakin hari kerusakan di titik jalan ini makin melebar.
Salah seorang warga, Agus mengatakan, jika tidak segera diperbaiki, kerusakan di titik ini akan bertambah parah dan biaya perbaikan pun akan semakin membengkak.
“Terus terang kondisi jalan rusak ini membuat kami khawatir saat berkendara,” katanya, Sabtu , (27/6/2026).
Dia juga menyatakan rasa kecewanya terhadap pemerintah daerah yang dinilai tidak cepat mengambil solusi, serta kurangnya perencanaan matang dan profesional untuk perbaikan jalan.
Kondisi inilah membuat warga kuatir, impian untuk memiliki jalan mulus hingga ke pelosok desa yang selama ini digadang -gadangkan tidak akan jadi kenyataan.
“Jika kondisinya tetap seperti ini, yang katanya jalan mulus hingga ke pelosok desa di Musi Rawas ini hanya mimpi yang tak jadi kenyataan,” cetusnya.
Dirinya berharap kepada pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah untuk memperbaiki jalan di sejumlah titik kerusakan di desa itu, sehingga akses jalan menjadi lancar dan ekonomi warga akan meningkat.
Senada dikatakan Dedi, salah seorang sopir mobil logistik yang sering melintasi jalan Q1 Tambah Asri- Simpang Semambang.
Karena tingginya mobilitas pergerakan ekonomi di jalan tersebut dan merupakan penghubung antar kecamatan , Dia berharap Pemerintah Daerah senantiasa memperbaiki jalan itu.
“Mewakili pengguna jalan Kami berharap segera diperbaiki, karena jalan tersebut setiap hari dilewati para pengangkut hasil bumi, logistik, dan bahan pangan lainnya,” kata Dia.(BK)






