Masyarakat Keluhkan Buruknya Pelayanan PLN Muara Beliti dan Berupaya Lakukan Clas Aktion

- Jurnalis

Jumat, 14 Maret 2025 - 11:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MUSIRAWAS – Sejumlah warga Kabupaten Musi Rawas khususnya yang berdomisili di Kecamatan Tuah Negeri mengeluhkan buruknya pelayanan PLN Muara Beliti.

Sebab sejak memasuki bulan Ramadhan tahun 2025 hingga saat ini, pasokan arus listrik di wilayah itu sering tidak normal dan sering terjadi pemadaman secara terjadwal maupun tidak terjadwal.

Lebih parah lagi, pihak PLN sering menginformasikan jadwal pemadaman, namun kenyataan dilapangan tidak sesuai dengan yang diinformasikan mengenai waktu pemadaman dan waktu penormalan kembali.

“Sering mengumumkan jadwal pemadaman sejak pukul 09.00 pagi hari dan normal kembali pada pukul 13.00.Tapi kenyataannya kadang berbeda dengan yang diumumkan,” kata TM warga Leban Jaya, Jumat (14/3/2025).

Selain itu PLN juga sering melakukan pemadaman tanpa diumumkan terlebih dahulu, terutama saat ada gangguan serta melakukan pemeliharaan jaringan saat bulan Ramadhan yang berimbas terganggunya aktifitas masyarakat yang mengandalkan listrik PLN.

“Kami sangat kecewa, karena saat berbuka puasa dan sedang Sholat Taraweh listrik sering padam, bahkan ketika ingin sahur pun  sering mati lampu. Seharusnya kalo ingin pemeliharaan,kenapa harus di bulan puasa, kenapa tidak sebelum bulan puasa, sehingga pada bulan puasa ini masyarakat bisa khusuk melaksanakan ibadah,”kata dia.

Dirinya berharap PLN segera membenahi kinerjanya, sehingga tidak merugikan warga yang selalu taat dan tepat waktu membayar tagihan listrik.

Baca Juga :  Asisten Administrasi Umum dan Keuangan Buka Kegiatan Bimtek Literasi Informasi

“Kalo ada gangguan, seharusnya PLN menginformasikan kepada masyarakat terdampak. Ini   langsung main padam saja,” katanya kesal

Selain itu, akibat tidak normal  pasokan arus listrik dan terjadi pemadaman dalam waktu lama, menyebabkan bola lampu dan alat elektronik lainnya  cepat rusak. Makanan serta minuman yang tersimpan di dalam kulkas pun cepat basi dan busuk.

Warga lainnya Fr mengatakan, akibat tidak profesionalnya pelayanan PLN ini  menyebabkan kerugian masyarakat, seperti bola lampu dan alat elektronik cepat rusak.

Terkait kerugian dialami masyarakat akibat pasokan listrik yang tidak normal  ini, masyarakat bisa melakukan  clas action.

“Jika kondisinya terus terjadi seperti ini, inventarisir semua kerugian masyarakat yang disebabkan oleh tidak profesionalnya layanan PLN ini, kita lakukan upaya clas action atau gugatan kepada pihak PLN,” katanya.

Sementara manager ULP PLN Muara Beliti Isai Bene Patris dikonfirmasi beritakito.com via WhatsApp pribadinya, terkait keluhan masyarakat yang dirugikan serta upaya clas aktion akibat PLN ini, yang bersangkutan tidak memberikan tanggapan detail.

Hanya saja, Dia menjelaskan terkait pemadaman di Desa Leban Jaya dan Bamasco pada Kamis malam akibat adanya gangguan.

Baca Juga :  Bupati Musi Rawas Ajak Masyarakat Dzikir dan Doa Bersama

” Dari hasil tim inspeksi kami memang daerah leban dan bamasco itu sudah seharusnya dilakukan pemeliharaan. Dan sudah kami jadwalkan di hari Rabu kemaren, namun kami batalkan pekerjaan pemeliharaan di daerah tersebut karena adanya komplain dari sebagian masyarakat terdampak padam akibat pemeliharaan itu,” jelas Dia.

Jadi lanjut dia, seluruh  tim pemeliharaan seharusnya bekerja di daerah tersebut dialihkan ke tempat lain.

Sementara itu menurut informasi diterima wartawan, pemadaman listrik di Kecamatan Tuah Negeri khususnya di Desa Leban Jaya dan Bamasco seringkali terjadi pada bulan Ramadhan ini, bahkan intensitasnya makin meningkat, baik pemadaman terjadwal maupun akibat adanya gangguan.

Dan pada Kamis malam, (13/3/2025), listrik PLN padam terjadi pada pukul 18.30 Wib atau disaat umat Muslim sedang berbuka puasa. Listrik kembali normal pada sekitar pukul 00.30 Wib selama 10 menit, dan kemudian padam lagi dan hidup lagi dalam kondisi redup atau kekurangan daya kemudian dipadamkan kembali. Listrik kembali normal sekitar 1 jam kemudian, dan kembali mati pada Jumat pagi (14/3/2025) kurang lebih selama 5 menit.

Kondisi byar pet listrik PLN dan menyala dalam kondisi kekurangan daya ini, menyebabkan sering menyebabkan kerusakan alat elektronik dan bola lampu.(tim)

Berita Terkait

Yudi Pratama Minta Bukti Otentik Terkait Informasi Dugaan Kader PDIP Terlibat Pengelolaan Dapur MBG
Rambu Lalin Membingungkan, Dishub Mura Tidak Dapat Dikonfirmasi
Hindari Kecelakaan,Dishub Mura Didesak Pasang Rambu Lalin Tepat Sasaran
Anggaran Miliaran Rupiah, Tapi Koneksi Internet “Lemot” Hingga Mati Total di Pemkab Musi Rawas
Dua Orang Ditetapkan Tersangka Korupsi PSR, Kejari Mura Terus Lakukan Pengembangan Keterlibatan Pihak Lain
Bupati Sampaikan Apresiasi Kepada PWI Musi Rawas
Ditagih Janji Alokasikan Anggaran Rp 20 Miliar Perbaikan Jalan Trans Subur, Jawaban Bupati Mura : Diupayakan Bertahap
Fraksi Golkar Ingatkan Janji Politik Bupati Mura, Alokasikan Anggaran 20 Miliar Perbaiki Jalan Tran Subur
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Yudi Pratama Minta Bukti Otentik Terkait Informasi Dugaan Kader PDIP Terlibat Pengelolaan Dapur MBG

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:31 WIB

Rambu Lalin Membingungkan, Dishub Mura Tidak Dapat Dikonfirmasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:51 WIB

Hindari Kecelakaan,Dishub Mura Didesak Pasang Rambu Lalin Tepat Sasaran

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Anggaran Miliaran Rupiah, Tapi Koneksi Internet “Lemot” Hingga Mati Total di Pemkab Musi Rawas

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:00 WIB

Dua Orang Ditetapkan Tersangka Korupsi PSR, Kejari Mura Terus Lakukan Pengembangan Keterlibatan Pihak Lain

Berita Terbaru

error: Content is protected !!