Belum Digunakan, Proyek Senilai Rp 3 Miliar di Musi Rawas Sudah Retak dan Patah

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

MUSIRAWAS -Dinas PU BM Musi Rawas tidak respon terhadap informasi pengerjaan proyek peningkatan kapasitas jalan Leban Jaya -Sadarkarya yang dikerjakan asal jadi oleh pihak rekanan.

Imbasnya proyek menelan anggaran APBD Musi Rawas Tahun 2025 Rp 3 miliar ini, belum digunakan,tapi sudah banyak yang rusak, retak seribu dan patah.

Menurut warga Leban Jaya, kerusakan cor beton pada sejumlah titik jalan tersebut dikarenakan pihak rekanan mengerjakan proyek tersebut tidak sesuai RAB. Karena pengerjaan yang seharusnya menggunakan lapisan besi sebelum dilakukan pengecoran,namun oleh pihak pekerja ada besi yang tidak terpasang disejumlah titik.

Ironisnya, ketika informasi ini disampaikan kepada pihak Dinas PUBM Musi Rawas, jangankan ada upaya untuk melakukan pengecoran ulang, malah kesannya tidak peduli dengan informasi tersebut.

“Ini menyangkut uang negara miliaran rupiah, kok pihak Dinas PUBM Musi Rawas diam saja terkait informasi ini,” kata salah seorang warga, Fr, Senin (1/12/2025).

Oplus_131072

Buntut tidak diresponnya informasi masyarakat terkait pekerjaan proyek peningkatan kapasitas jalan Leban Jaya -Sadarkarya yang dikerjakan asal jadi tersebut, warga berinsiatif akan menggelar demo dan melaporkan kegiatan tersebut ke Aparat Penegak Hukum (APH).

Baca Juga :  Terkait Oknum Anggota DPRD Ditangkap Karena Dugaan Korupsi, Ini Kata Ketua DPRD Mura

“Jika proyek ini diterima oleh PU BM tanpa terlebih dahulu melakukan perbaikan, yakni mengecor ulang menggunakan besi sesuai RAB , Kami akan demo dan melaporkan kegiatan ini ke APH.Ada apa dinas PU BM membiarkan pekerjaan tidak sesuai RAB,jika bukan karena sinyalir ada kongkalikong antara PU BM dengan pihak pelaksana,” katanya.

Diinformasikan sebelumnya, kekesalan warga terhadap pengerjaan proyek tersebut, lantaran pihak rekanan tidak memasang besi di sejumlah titik pengecoran.

“Pemasangan besinya tidak rapat,ada yang berjarak hingga 10 meter di sejumlah titik ,” kata Dul Hamid warga setempat.

Jika nanti saat pemeriksaan kata Dul Hamid, dirinya bersedia menunjukkan dimana titik pengecoran yang tidak menggunakan besi tersebut.

“Intinya kami minta dilakukan pembongkaran dan dilakukan cor ulang sesuai mekanisme dan RAB, khususnya dipasang besi, karena RAB nya pakai besi.Kalau RABnya tidak pakai besi,kenapa ada titik yang dipasang besi dan ada yang tidak,” jelasnya.

Tidak terpasangnya diberapa titik coran tersebut diakui oleh pihak pekerja.

“Waktu itu sedang ramai mobil molen masuk pak, jadi saat besinya belum terpasang,sudah dilakukan pengecoran. Mau gimana lagi,sudah terjadi.Kalau masyarakat mau bongkar sendiri silahkan,” kata salah seorang pekerja,Apis yang mengaku bukan pengawas dari pihak rekanan.

Baca Juga :  Massa APSM Datangi Gedung Kejati, Desak Panggil Oknum DPRD Sumsel RN Serta Laporkan Sejumlah Kasus

“Saya bukan pengawas pak,Kalu pengawas namanya Ateng,” katanya.

Oplus_131072

Sementara pantauan wartawan dilapangan, selain menurut warga tidak dipasang besi disejumlah coran, pengerjaan proyek tersebut tidak menggunakan plastik cor di bagian tengah jalan.Plastik hanya dipasang dibagian sisi kiri dan kanan jalan saja. Selain itu,untuk koral hanya mengandalkan batuan lama serta aspal jalan sebelumnya yang dilebur.

Hasil dari pengerjaan proyek tersebut sangat tidak maksimal,banyak keretakan dan coran patah hingga dasar tanah. Kondisi ini dipastikan kualitas proyek tersebut tidak akan bertahan lama.

Wakil Bupati Musi Rawas H Suprayitno ketika dimintai tanggapannya terkait pekerjaan proyek diduga asal ini mengatakan, dirinya sudah menghubungi Kepala Dinas PUBM.

“Sudah Saya hubungi langsung kepala dinasnya, katanya segera ditindaklanjuti permasalahan proyek di Leban Jaya,” kata H Suprayitno.

Namun fakta dilapangan belum ada satupun pihak Dinas PUBM Musi Rawas yang merespon pasca adanya informasi tersebut.

“Jangankan diperbaiki untuk dilakukan cor ulang, kelapangan pun kayaknya belum ada dari dinas PU BM pasca adanya informasi ini,” kata Fr.(Tim)

Berita Terkait

Pelaksanaan Program Revitalisasi SDN Tran Ciptodadi Rantau Alih Diduga Asal Asalan
Pimpin SMSI Lubuklinggau , Ali Muap Siapkan Langkah Strategi Penguatan Organisasi
Terduga Pelaku Pembunuhan Kakak Kandung di Muara Lakitan Berhasil Ditangkap
Berkat Kesigapan Petugas Satpol-PP Damkar Mura, Gedung Rumah Sakit Dhuafa Muara Beliti Selamat dari Amukan Api
Antisipasi Asap Karhutlah, Disdik Musi Rawas Keluarkan Edaran Ke Sekolah Tentang Pengaturan Aktivitas Pembelajaran
Paripurna DPRD Mura Kembali Molor, Setelah Dimulai Banyak Dewan Tinggalkan Kursi Sebelum Rapat Usai
Layanan Kesehatan Gratis, Donor Darah Hingga Penyematan Sabuk Jawara Warnai Harlah ke – 81 Kejari Musi Rawas
Kejari Musi Rawas Rilis Capaian Kinerja Sepanjang 2026, Bidang Pidum Rangking Satu Se-sumsel
Berita ini 182 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 22:57 WIB

Pelaksanaan Program Revitalisasi SDN Tran Ciptodadi Rantau Alih Diduga Asal Asalan

Rabu, 23 September 2026 - 16:03 WIB

Pimpin SMSI Lubuklinggau , Ali Muap Siapkan Langkah Strategi Penguatan Organisasi

Minggu, 13 September 2026 - 19:51 WIB

Terduga Pelaku Pembunuhan Kakak Kandung di Muara Lakitan Berhasil Ditangkap

Sabtu, 12 September 2026 - 20:50 WIB

Berkat Kesigapan Petugas Satpol-PP Damkar Mura, Gedung Rumah Sakit Dhuafa Muara Beliti Selamat dari Amukan Api

Jumat, 11 September 2026 - 19:38 WIB

Antisipasi Asap Karhutlah, Disdik Musi Rawas Keluarkan Edaran Ke Sekolah Tentang Pengaturan Aktivitas Pembelajaran

Berita Terbaru